HIKAYAT NEGERI TEMBAKAU (Bag. 4)
Surasikin sudah berusia 79 tahun. Namun, wajah perempuan itu masih tampak segar. tangan serta jari-jemarinya masih luwes jika memperagakan tarian Lahbako. Ia memang berasal dari keluarga seniman. Bapaknya memiliki separangkat gamelan dan sekotak wayang. Saudara-saudaranya yang lain juga dikenal sebagai orang-orang yang terampil menggambar. Sejak kecil, Surasikin sudah suka menari. Pemerintah Daerah Jember pun mengutusnya pergi ke Yogyakarta dan berlatih menari ke almarhum Bagong Kusudihardjo, seorang seniman serba bisa, dan merupakan salah satu maestro tari di Indonesia. Surasikin tidak ingat persis kapan dikirim ke Yogyakarta, tapi ia masih bisa mengingat saat itu ia belajar menari selama 10 hari di rumah Bagong. Setelah itu, ia kembali dikirim sebanyak dua kali untuk belajar ke Yogyakarta lagi. Surasikin adalah satu dari sedikit seniman di Jember, yang menjadi saksi atas proses pembuatan tari Lahbako , walaupun ia tidak bisa mengingat secara tepat jika bicara soal tahun. ...