Postingan

Menampilkan postingan dengan label #kelakarasap

KELAKAR ASAP

Gambar
Tingwe, primadona warisan nenek moyang yang dipandang sebelah mata. Nasibnya timbul tenggelam digilas roda invasi rokok pabrikan yang lebih diminati karena kepraktisannya dan mudah ditemukan dimanapun.  Putra Tanah Air berkata, "kita bisa nenjual mereka" sambil berkacak pinggang sebelah tangan seraya menunjuk ke onggokan daun tembakau di tiap sudut negri. Sesegera mungkin, berbagai tangan ahli mengambil alih, racik sana, racik sini, terciptalah berbagai rupa selongsong berisi tembakau dan rempah-rempah yang kemudian dijual dalam bayang-bayang "cukai".  Tahun demi tahun berganti, upeti dipersembahkan untuk negara, meskipun setiap tahun nilai yang harus dibayarkan terus bertambah, mereka tetap setia membayarnya. Perlahan tapi pasti, perut negara membesar hingga mengangkangi Sabang sampai Merauke dengan tamaknya.  Seiring berjalannya waktu, negara semakin lapar, cacing-cacing di perut buncitnya sudah memulai orkes keroncong, saat ia kalang kabut mencari pen...