Postingan

Menampilkan postingan dengan label #tembakau #tobacco

TEMBAKAU TAMBENG

Gambar
Curah Gunong merupakan nama salah satu dusun di desa Lubawang, kecamatan Banyuglugur, kabupaten Situbondo, Jawa timur. letak geografisnya berada di dataran tinggi yang kaya dengan kandungan unsur hara menjadikan mayoritas penduduknya bermata pencaharian sebagai petani sekaligus peternak. Dalam satu tahun, petani di sana hanya bisa memanen dari bercocok tanam jagung, binong dan tembakau. Nama dusun tersebut diganti menjadi dusun "Tambeng", oleh salah satu tokoh agama yg sangat disegani/berpengaruh di wilayah tapal kuda Jawa Timur yaitu kyai Subaweh. Kemudian saat ini menjadi nama dusun "Tambang Emas" karena di lahan tersebut menyajikan hasil bumi berupa tembakau yang bernilai tinggi karena rasa dan aroma yg dihasilkan dari lahan tersebut. Kualitas tembakau yang ditanam di lereng gunung dengan kemiringan cukup terjal mengakibatkan pengairannya sangat mengandalkan tadah hujan sehingga hasilnya pun bergantung pada curah hujan yang mampu ditampung dan dim...

(BUKAN) CUMA BERJUALAN TEMBAKAU

Gambar
Fenomena "kebangkitan" tingwe sudah tidak bisa dipungkiri lagi kehadirannya di berbagai kalangan masyarakat, baik tua maupun muda sudah lihai memilih dan melinting tembakau yang mudah didapatkan dari menjamurnya para penjual tembakau di berbagai daerah dari desa hingga ke kota. Tak sedikit pula fenomena ini dimanfaatkan oleh sebagian orang untuk beralih profesi menjadi penjual tembakau, baik daring maupun luring, kios maupun berjualan di pinggir jalan menggunakan kendaraan dengan alas tikar alakadarnya. Kehadiran para penjual tembakau tentunya memudahkan para lintingers untuk mendapatkan tembakau pilihannya. Namun, tidak semua penjual teredukasi dengan baik, mulai dari asal daerah hingga karakter masing-masing tembakau. Tembakau Indonesia memiliki banyak jenis yang penyebutannya diambil dari nama daerah atau desa tempat tembakau tersebut berasal, contohnya seperti tembakau Besuki yang berasal dari daerah Besuki di Jawa Timur, lalu ada tembakau Tanjungsari yang...

HIKAYAT NEGERI TEMBAKAU (Bag. 3)

Gambar
Rumah Agus Parmuji masih ramai, padahal sudah jam 21.00. Lebih dari sepuluh orang sibuk membongkar keranjang-keranjang berisi tembakau, mengambil contoh tembakau, mencium, lalu mencatat, memberi tanda pada keranjang-keranjang tersebut, dan kemudian menyimpannya di gudang. Laki-laki 34 tahun itu adalah kepala desa di Wonosari, Kecamatan Bulu, Temanggung. Rumah Agus sendiri terletak di dusun Dukuh. Suatu malam pada Agustus lalu saya datang ke rumahnya, saat sebagian besar warga Temanggung memanen tembakau. “Ini masih petikan kedua, Mas. Srintil akan keluar setelah tanggal 24 Agustus,” ucap Agus sambil memperlihatkan beberapa contoh tembakau kepada saya. Dukuh adalah saingan Lamuk. Kedua tempat tersebut merupakan penghasil srintil. Sejak kecil, Agus sudah jatuh cinta kepada tembakau. Bahkan, ketika masih duduk di kelas lima sekolah dasar, ia sudah rela berjalan jauh ke kota Temanggung yang kira-kira berjarak 15 kilometer dari desanya. Tujuannya hanya untuk tahu setelah t...