TEMBAKAU GARANGAN


Tembakau Garangan, seperti namanya, tembakau ini melalui proses garang atau pengasapan. Salah satu desa penghasil sekaligus pengolah tembakau garangan yang terkenal adalah desa Tieng, kecamatan Kejajar, Wonosobo. Desa ini terletak di ketinggian 1.800 mdpl, tembakau yang dihasilkan berkualitas baik dan sangat cocok dijadikan tembakau garangan.

Setelah daun tembakau dipetik, daun akan didiamkan selama kurang lebih 5 hari, baru kemudian dirajang dan ditata di atas rigen untuk memasuki proses penjemuran yang biasanya memakan waktu satu hari penuh. Tahap berikutnya adalah pengasapan, setelah melalui proses penjemuran, tembakau akan dimasukkan ke dalam oven untuk diasapi menggunakan kayu bakar, kayu yang dipilih pun tidaklah sembarangan, harus yang wangi dan tidak banyak mengandung getah seperti kayu kopi.

Dalam empat rigen umumnya terdapat 120-150 kilogram yang mana nanti akan menyusut hingga menjadi 20-25 kilogram setelah proses pengasapan yang mana dulu bisa berlangsung sampai 20 hari di atas tungku agar tembakau benar-benar kering. Namun, saat ini sudah ada oven yang bisa mempersingkat proses tersebut agar tidak memakan waktu yang terlalu lama.

Setelah proses pengasapan selesai, tembakau akan didinginkan dan disimpan sampai ada yang membelinya. Tapi, petani lebih sering menyimpannya untuk di-aging agar rasanya semakin nikmat, karena tembakau itu berbeda dengan produk hasil bumi lainnya, asalkan penyimpanannya tepat, semakin lama akan semakin enak.

Pangsa pasar tembakau garangan mayoritas masih dikuasai oleh pembeli dari daerah Wonosobo dan sekitarnya. Para pemburu tembakau ini biasanya membeli tembakau garangan lengkap dengan kemenyan yang mana akan digunakan sebagai bumbu untuk menambah kenikmatan dari Si Hitam tersebut. Harganya berkisar dari puluhan sampai ratusan bahkan jutaan rupiah per potong yang ukurannya sebesar, kurang lebih, sebungkus rokok. Tentunya hukum pasar berlaku, ada harga ada kualitas. Tembakau garangan yang mahal biasanya merupakan simpanan petani yang sudah di-aging bertahun-tahun lamanya, bahkan ada yang sudah disimpan sejak tahun 60an!

Karakter hisapan dan rasanya tergantung dari kualitas tembakau dan usia penyimpanannya. Namun, secara garis besar dapat disimpulkan dengan sensasi smoky khas asap dengan nicotine hit yang cukup kuat dan earthy/seperti tanah. Tak jarang pula ditemukan tembakau garangan yang memiliki hint cokelat dan kopi, hal tersebut bergantung pada jenis kayu yang digunakan saat proses pengasapan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

CARA MEMBUAT BLEND / CAMPURAN TEMBAKAU

HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN TEMBAKAU

TIPS MENYIMPAN TEMBAKAU